TKN: Prabowo Berjiwa Besar Kepada Yang Muda

TKN: Prabowo Berjiwa Besar Kepada Yang Muda

Share:

JAKARTA – Dewan Penasehat TKN Prabowo Gibran, Buya Zulfi Syukur mengatakan, untuk memilih pemimpin yang baik, parameternya tidak dalam kategori menang dan kalahnya dalam satu perdebatan. Tapi sejauh mana rekam jejak, kompetensi, kemampuan dan pengalamannya. Disamping itu masyarakat yakin setiap capres dan wacapres sudah mempersiapkan para ilmuan, cendikiawan yang mumpuni termasuk penasehatnya siap sebagai pendamping manakala nanti menjadi pemimpin di negeri ini.

“Saya pikir sudah bukan saatnya kita saling serang sembari mencari titik lemah masing-masing. Bukan berarti saya tidak setuju dengan perdebatan ini, namun hendaknya perdebatan itu yang bisa memberikan pencerahan kepada kita semua. Yang terjadi malah di setiap pasca debat dalam Pilpres ini munculnya narasi-narasi negatif bahkan bias ke mana-mana. Dalam debat ketiga itu tentu tidak akan mungkin akan memuaskan semua pihak. Jawaban juga secara detail tentu bukan wadahnya,” kata Buya Zulfi.

Menurut Zulfi, rangkaian kata seorang Prabowo Subianto sebagai seorang perwira militer, mantan Pangkostrad tentu berbeda dengan olahkata dari sosok Anies Baswedan seorang akademisi dan intelektual di era kini, yang sesuai dengan maqomnya masing-masing.

Zulfi menambahkan, saat ini banyak hal yang menjadi perbincangan hangat di kalangan nitizen, setiap pasca debat umumnya ada sindiran, celaan kesosok Prabowo dan selalu disudutkan dalam debat pertama termasuk yang pertanyaan menukik soal food estate, dan soal pertahanan negara dalam debat ke tiga baru-baru ini. “Bahkan saya baca di medsos justru tim paslonnya sudah menyiapkan strategi dengan pertanyaan yang menohok,” ungkap Ketua Daina PBB ini.

Ramainya komentar nitizen semakin menjadi-jadi ketika pertanyaan menukik, bahkan menyudutkan Prabowo sedemikian rupa. Prabowo menjawab dengan bahasa gestur tubuh, termasuk menjulurkan lidah, dan ogah salaman dalam debat ke tiga kemarin.

Kenapa hal itu terjadi, tentu ada apa dibalik itu semua yang sudah viral di masyarakat bahwa Anies adalah binaan dan tokoh kesayangan Prabowo. Partai Gerindra lah yang ajukan sebagai cagub DKI 2017 dan berhasil. Tentu ada semacam pengorbanan dan hal-hal lain yang tidak tahu jalan cerita sebenarnya.

“Pak Prabowo merasa air susu dibalas dengan air tuba. Dan itu di luar prediksi beliau, kok tega-teganya begitu kira-kira makna gestur tubuh Pak Prabowo. Intinya banyak yang tidak terkatakan bahkan sungkan beliau sampaikan kepada khalayak. Tampaknya beliau tidak mau menyudutkan orang, cuman ungkapan kata kata Anies…Anies, beliau berjiwa besar kepada yang muda. Biarlah mereka berdua yang tahu hati masing-masingnya. Dan tentu Allah Yang Maha tahu atas segalanya,” jelasnya.

Selain itu di Youtube ulasan dari Boosman Mardigu, pengamat terorisme dan pengusaha, perihal nanti pada akhirnya siapa yang menjadi pemenang dalam kontestasi Pilpres ini mesti ada konsolidasi untuk membangun pemerintahan yang kuat. Sebelum ulasan Mardigu itu justru Prabowo telah lebih awal dalam statemennya pada 10 Desember 2023 di SICC Sentul City Bogor dalam rangka konsolidasi pemenangan Prabowo-Gibran.

“Kurang lebih Pak Prabowo bilang “Sekiranya saya dipercaya dan diamanahi oleh rakyat untuk pimpin bangsa ini, maka saya akan rangkul dan ajak paslon rival saya yang selama ini berseberangan, yang selalu bersikap kritis, bahkan para pendukungnya selalu meremehkan, membully, katakanlah memunculkan kata-kata yang tidak terpuji. Membangun bangsa besar yang bernama Indonesia. Tidak bisa dikelola oleh satu komunitas tertentu, tetapi harus mengajak seluruh elemen bangsa, termasuk dari paslon yang kalah, para tokoh, ilmuan, teknokrat,” kata Zulfi mengulang perkataan Prabowo.

“Debat keempat dan kelima tinggal menghitung hari. Akankah program KPU yang hendak menampilkan masing-masing paslon mengutarakan visi misinya sebagai capres wacapres bisa meyakinkan para calon pemilih dan sukses dalam penyelenggaraanya atau sebaliknya ? Akan kah masi ada bahasa yang tidak santun, nyleneh, nyinyir ini terus dimunculkan dan dilestarikan diberbagai medsos untuk memframing capres-cawapres tertentu sebagai idolanya.?,” terangnya.

“Padahal dalam dalam surat Ali’Imran ayat 159 diantara penggalan ayatnya memberi ingat kepada kita kaum muslimin, supaya berlaku lemah lembutlah terhadap mereka dan lebih lengkap lagi isyarat Allah dalam firmanNya di surat An-Nahl ayat 125 : untuk menyeru manusia dgn hikmah dan pengajaran yang baik,” ungkap Zulfi.

“Semoga pilpres dan pileg yang akan berlangsung pada 14 Februari 2024 bisa berjalan sukses dan mendapatkan pemimpin yang bisa mengayomi dan memberikan kesejahteraan bagi rakyat dan bangsanya. Aamiin Ya Allah Ya Rabb,” ucapnya.