Guratan Sejarah Pemimpin Muda Partai Bulan Bintang dan Kehadiran Fahri Bachmid

Share:

Oleh: Yessi Yuga Puspita Sekertaris Jenderal Muslimat Bulan Bintang

Partai Bulan Bintang, lahir sebagai partai politik Indonesia yang berasaskan Islam berdiri pada 17 Juli 1998 di Jakarta. PBB dideklarasikan pada Jumat 26 Juli 1998. Sebagai partai Islam yang mengambil inspirasi dari Masyumi, PBB melandaskan perjuangan pada ajaran-ajaran Islam yang universal dan bersifat rahmatan lil alamin yaitu rahmat bagi seluruh alam.

Pada awal berdirinya PBB diketuai oleh Prof. Dr. Yusril Ihza Mahendra, S.H., M.Sc. Sedangkan DR. H. MS Kaban diangkat sebagai Sekretaris Jenderal. Kemudian MS Kaban dipilih sebagai ketua umum PBB pada 1 Mei 2005 dan Drs. H. Sahar L. Hasan sebagai sekjen.

Sejak Muktamar III, PBB ini telah menetapkan kembali DR. H. MS Kaban sebagai ketua umum dan BM Wibowo sebagai sekretaris jenderal. Partai Bulan Bintang menjadi peserta Pemilu 2014 dan Prof. Dr. Yusril Ihza Mahendra, SH., M.Sc., dan Jurhum Lantong sebagai sekertaris jenderal di Muktamar IV.

Selanjutnya, Yusri Ihza Mahendra terpilih kembali secara aklamasi sebagai ketua umum Partai Bulan Bintang di Muktamar V PBB dengan Sekertaris Jenderal Afriansyah Noor. Pasca mundur dari jabatnnya sebagai Ketua Umum PBB, Yusril Ihza Mahendra, selanjutnya PBB menggelar sidang Musyawarah Dewan Partai (MDP) PBB di Kantor DPP PBB Jalan Raya Pasar Minggu, Jakarta Selatan.

Dalam sidang MDP tersebut, Ketua Mahkamah Partai PBB Fahri Bachmid terpilih sebagai ketum setelah meraih 29 suara. Sekjen PBB Afriansyah Noor berada di urutan kedua dengan perolehan 20 suara. Dalam pemilihan PJ Ketua Umum tentunya penuh dengan dinamika politik, telah menjadi saksi bagi berbagai tokoh muda yang mencoba mengukir sejarah dalam kancah perpolitikan di PBB. Salah satu tokoh muda yang menggantikan Yusril Ihza Mahendra, adalah Ketua Mahkamah Partai (MP) yaitu Fahri Bachmid, yang begitu mengagetkan bagi Dewan Pimpinan Wilayah.

Kehadirannya dalam perpolitikan PBB telah menciptakan sebuah gebrakan dan terobosan yang menarik perhatian banyak kalangan. Yusril Ihza Mahendra telah mengukur tonggak sejarah PBB dengan memberikan tongkat kepemimpinan kepada anak muda sebagai penerus PBB. Mengingat untuk mendalami pemahaman tentang peran pemimpin muda dalam sejarah politik, kita perlu melihat tokoh-tokoh inspiratif dari masa lalu dan dunia saat ini.

Para tokoh pemimpin muda sejarah mencatat berbagai tokoh muda di Indonesia yang memiliki peran penting dalam perjuangan kemerdekaan. Soekarno, Mohammad Hatta, Sutan Sjahrir, dan Mohammad Yamin merupakan beberapa di antara mereka. Mereka pemuda yang memimpin perjuangan melawan penjajah, membentuk negara Indonesia, dan mengubah arah sejarah bangsa ini.

Pertama, Soekarno, sebagai proklamator kemerdekaan Indonesia, merupakan salah satu contoh pemimpin muda yang penuh semangat dan visioner. Ia pemuda yang tidak hanya bermimpi tentang kemerdekaan, tetapi juga mampu menggerakkan rakyat Indonesia untuk bersatu dan berjuang bersama. Pada usia muda Soekarno menjadi figur yang berpengaruh dan membawa harapan besar bagi bangsa ini.

Kedua, Mohammad Hatta merupakan pemuda yang bijak dan memiliki pemahaman mendalam tentang ekonomi dan politik. Pada usia muda Hatta telah berperan dalam merumuskan dasar-dasar ekonomi dan politik yang menjadi landasan negara ini.

Ketiga, Sutan Sjahrir, intelektual muda. Ia pemimpin yang memainkan peran penting dalam diplomasi internasional. Dengan kemampuannya berbicara dalam bahasa Inggris dan pemahaman tentang politik dunia, ia menjadi salah satu negosiator utama dalam perundingan dengan Belanda yang menghasilkan perjanjian Linggarjati.

Keempat, Mohammad Yamin, perumus ketiga butir Sumpah Pemuda 1928. Rumusan tiga butir resolusi Sumpah Pemuda yang dibuatnya mempersatukan para pemuda dari berbagai suku bangsa, bahasa, dan agama untuk bersatu melawan penjajah.

Sejak masa itu, pemimpin muda terus muncul dalam berbagai periode

sejarah dengan tantangan dan dinamika yang berbeda. Mereka membawa visi dan semangat baru, menginspirasi perubahan, dan memberikan angin segar dalam perpolitikan Indonesia. Terlepas dari perbedaan ideologi dan pandangan politik, kehadiran pemimpin muda dalam sejarah Indonesia telah membuktikan bahwa generasi muda memiliki potensi besar dalam membentuk masa depan bangsa.

Tidak hanya dalam konteks Indonesia, sejarah dunia mencatat bahwa pemimpin muda membawa perubahan signifikan. Al Fatih, atau yang lebih dikenal sebagai Sultan Muhammad Al-Fatih, merupakan salah satu contoh yang luar biasa. Ia pemimpin muda yang berhasil menaklukkan Konstantinopel pada usia 21 tahun, mengakhiri Kekaisaran Bizantium, dan membuka jalan bagi perluasan Kekaisaran Utsmaniyah.

Mustafa Kemal Ataturk, pendiri Republik Turki modern, juga sosok pemimpin muda yang mengubah wajah negaranya. Ia memimpin upaya untuk menghapus sistem monarki dan agama dari politik, serta melakukan reformasi besar-besaran untuk mengubah Turki menjadi negara sekuler dan modern.

Kehadiran PJ Ketua Umum PBB

Fahri Bachmid merupakan salah satu pemimpin muda yang mencoba menempatkan dirinya dalam pantheon pemimpin muda yang inspiratif. Dalam menghadapi tantangan dan harapan yang besar, Fahri Bachmid harus belajar dari pemimpin-pemimpin muda masa lalu dan saat ini.

Sejarah Indonesia mencatat pemimpin muda yang telah menciptakan perubahan besar dalam politik dan masyarakat. Sejarah dunia juga menunjukkan kepada kita bagaimana pemimpin muda dapat mencapai prestasi luar biasa dengan visi dan semangat yang menginspirasi banyak orang.

Fahri Bachmid, dengan pengalaman sebagai lawyernya, keterlibatan sosial, dan kemampuan komunikasinya, telah membawa suasana berbeda dalam politik Partai Bulan Bintang. Semua berharap ia dapat membuktikan bahwa pemimpin muda memiliki peran penting dalam merumuskan kebijakan yang menguntungkan masyarakat dan membawa perubahan positif.

Sejarah pemimpin muda merupakan sumber inspirasi baik bagi Fahri Bachmid dan pemimpin muda lain untuk terus berkembang dan berkontribusi dalam perpolitikan Partai Bulan Bintang ke depan.